Kamis, 28 Juli 2011

Ada Ranjau Darat di Tanah Longsor Korsel


Warga korban longsor dan banjir di Seoul, Korea Selatan, harus meningkatkan kewaspadaan mereka. Pasalnya, sebanyak sepuluh ranjau darat diyakini masih tertimbun di antara tanah longsoran dari gunung.

Menurut juru bicara kemiliteran Korsel, Kim Min-seok, Kamis, 28 Juli 2011, militer telah memindahkan sebagian besar ranjau darat yang terdapat di dekat unit artileri pertahanan udara gunung Umyeon. Namun, menurut Kim, sekitar 10 ranjau masih belum ditemukan.

Puluhan rumah dilaporkan terkubur longsoran gunung Umyeon, menewaskan sedikitnya 15 orang Rabu malam. Ranjau itu disinyalir turut terbawa tanah yang longsor. Namun, Kim mengatakan telah menyisir lokasi longsoran dan mengatakan tidak menemukan ranjau tersebut.

"Kesempatannya kecil ranjau dapat ditemukan. Namun kami bersiap untuk segala kemungkinan yang mungkin timbul di daerah ini. Kami belum menemukan laporan mengenai penemuan ranjau oleh warga," kata Kim, dikutip dari kantor berita Yonhap.

Ranjau-ranjau tersebut adalah peninggalan Perang Korea pada 1950-1953, yang kebanyakan telah dipindahkan antara tahun 1999 dan 2006. "Kami telah memasang papan peringatan di seluruh gunung bagi para pendaki dan penduduk," kata Kim.

Longsor juga meruntuhkan gudang persenjataan dan amunisi di kota Yangju, provinsi Gyeonggi, pada Rabu malam. Barulah pada Kamis pagi seluruh amunisi yang terbawa longsor ditemukan.
Gudang amunisi di utara kota tersebut juga dilaporkan hancur akibat longsor. Granat, bahan peledak dan ranjau masih berserakan di dalam tanah longsor. Namun, dipastikan tidak akan meledak karena berada di dalam kotak kayu.

Hujan deras berujung banjir dan longsor di seantero Korsel menyebabkan sedikitnya 35 orang tewas. Badan Meteorologi Korea menyebutkan hujan akan terus berlangsung dengan curah hujan mencapai 250 milimeter per jam di Seoul dan sekitarnya. (umi)